Sejarah desa prambatan lor

 SEJARAH DESA PRAMBATAN

     Dahulu kala ada sebuah cerita yang menceritakan tentang asal usul terbentuknya desa prambatan lor.
     Dahulu ada peperangan disuatu daerah antara Arya Penangsang seorang yang sakti dengan Sultan Hadirin. Mereka berperang dengan sangat hebat. Dalam peperangan tersebut,Sultan Hadirin meninggal dunia. Sedangkan Arya Penangsang terluka hebat.
     Darah Arya Penangsang menggenang (dalam bahasa jawa artinya ngecember) dan daerah tersebut sampai sekarang dikenal dengan Jember. Arya Penangsang berjalan dengan tertatih-tatih (dalam bahasa jawa artinya mrambat-mrambat) dan sampai sekarang dinamai prambatan,prambatan dibedakan menjadi 2 yaitu prambatan lor dan prambatan kidul. Darah Arya Penangsang mengalir ke sungai dan sungai tersebut airnya berwarna ungu,dan sampai sekarang disebut Kaliwungu.
      Ada beberapa filosofi di Desa prambatan Lor Kecamatan Lor Kaliwungu Kudus.
       Untuk Mbah Kramat yang berada di RW 1 tersebut, diketahui telah meninggalkan filosofi yang bagus untuk anak cucunya. Yaitu seseorang harus menikmati hidup serta tidak begitu ngoyo dalam bekerja. Sehingga nantinya akan menjumpai kejayaan.
”Sedangkan Mbah Madyo yang berada di RW 2, beliau memberi pesan bahwa orang bekerja harus bisa dinikmati dan diamalkan, sehingga ke depanya bisa menemui keutamaan manfaat dalam hidup,” paparnya.
Sedangkan Mbah Cinde Amoh yang berada di RW 4, berpesan bahwa bila kehidupan tidak dinikmati dan bekerja hanya mengedepankan duniawi saja, maka suatu hari akan menemukan kekufuran atau kehancuran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini